
Bisnishotel.id, GARUT — Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Garut selama libur Lebaran 2026 tercatat mencapai 255.506 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 159.997 wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya daya tarik destinasi wisata di wilayahnya, terutama di kawasan selatan.
“Kenaikan kunjungan mencapai sekitar 59,7% menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Garut pada momentum libur Lebaran tahun ini,” ujarnya saat ditemui tim Bisnis, Selasa (7/4/2026).
Beni menjelaskan, peningkatan tidak hanya terjadi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada perubahan preferensi destinasi wisata. Jika sebelumnya wisata pegunungan dan taman rekreasi mendominasi, kini wisata pantai menjadi pilihan utama wisatawan.
Berdasarkan data Disparbud, Pantai Santolo menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi, yakni 23.368 wisatawan. Disusul Pantai Sayang Heulang sebanyak 21.560 pengunjung.
Sementara itu, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan berada di peringkat berikutnya dengan jumlah kunjungan mencapai 22.447 wisatawan, yang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Destinasi lain yang mencatatkan kunjungan tinggi antara lain Taman Air Sabda Alam dengan 18.963 pengunjung serta Tepas Papandayan sebanyak 18.810 wisatawan. Kedua lokasi tersebut tetap menjadi alternatif favorit selain wisata pantai.
Lonjakan kunjungan wisatawan turut berdampak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Sejumlah objek wisata bahkan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Pantai Santolo tercatat telah mencapai 134% dari target, sementara Pantai Sayang Heulang mencapai 49% dan Pantai Rancabuaya sebesar 59%. Capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Garut juga menilai masih terdapat peluang peningkatan kunjungan wisatawan pada periode libur berikutnya, seperti musim libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, peningkatan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan kualitas layanan di destinasi wisata. Aspek keamanan, kenyamanan, dan kebersihan menjadi perhatian utama, terutama di lokasi dengan lonjakan pengunjung tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah mulai mendorong modernisasi pengelolaan destinasi melalui digitalisasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing yang terintegrasi dengan pembayaran non-tunai guna meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi wisatawan.

